MENGENAL SERANGAN JANTUNG

Published at:

MENGENAL SERANGAN JANTUNG

Dr. Henry A. P. Pakpahan, SpJP, FIHA, FAsCC

 

Apakah itu Serangan Jantung? 

Serangan jantung (infark miokard akut/heart attack) merupakan penyakit yang mematikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berhubungan dengan komplikasi berat yang sering terjadi. Bila terlambat mendapat pertolongan, sebagian orang akan mengalami  gangguan irama jantung yang fatal (seperti fibrilasi ventrikel/takikardia ventrikel). Gangguan irama inilah yang menyebabkan kematian mendadak pada kasus-kasus serangan jantung. Sangat disayangkan bahwa tidak ada pengobatan apa pun yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan irama ini selain kejut listrik. Itulah sebabnya setiap individu yang diduga mengalami serangan jantung harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat secepat mungkin.

Apa yang terjadi ketika serangan jantung? Serangan jantung adalah kerusakan otot jantung (miokard) yang disebabkan oleh berkurangnya/berhentinya aliran darah koroner yang berlangsung secara mendadak. Pada umumnya, penurunan aliran darah koroner merupakan akibat dari timbulnya bekuan darah (trombosis) di pembuluh koroner yang sudah mengalami penyempitan sebelumnya (gambar 1). Akibatnya, bekuan darah (trombus) ini akan menghalangi aliran darah ke dinding jantung yang sedang memompa, sehingga timbul rasa nyeri di dada (disebut sebagai angina pektoris). Bila gangguan ini berlangsung lebih dari 15-20 menit, maka otot jantung di ujung pembuluh koroner tersebut akan mengalami kerusakan (nekrosis).

Gambar 1. Proses terjadinya serangan jantung

 

Mengapa Orang Bisa Mengalami Serangan Jantung? 

Pada kasus serangan jantung, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah: “Mengapa orang bisa mengalami serangan jantung padahal sebelumnya tampak sehat?” Jawaban atas pertanyaan ini memang tidak mudah. Satu hal yang pasti adalah hingga saat ini kita tidak dapat mengetahui “penyebab” serangan jantung. Akan tetapi, seperti tampak pada gambar 1 di atas, bekuan darah yang menyebabkan berhenti-nya aliran darah koroner di jantung biasanya terjadi pada pembuluh yang sebelumnya sudah menyem-pit karena plak ateroskle-rotik. Jadi, pembuluh darah ini sudah terganggu, meskipun tidak ada keluhan sama sekali.

Hingga sekarang, yang kita ketahui adalah kondisi-kondisi tertentu yang ‘memudahkan’ terjadinya penyempitan (plak aterosklerotik) di arteri koroner. Kondisi-kondisi ini disebut sebagai “faktor risiko” penyakit jantung koroner (PJK), yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), kolesterol tinggi (hiperkolesterol), kebiasaan merokok, kegemukan, kurangnya aktivitas, jenis kelamin laki-laki, usia tua, dan riwayat keluarga yang mengalami PJK. Bila kita perhatikan, beberapa di antaranya merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (jenis kelamin, usia, dan riwayat keluarga). Namun sebagian besar faktor risiko dapat dimodifikasi. Tidak salah bila dikatakan bahwa PJK adalah penyakit yang sangat berkaitan dengan pola hidup.

Apa Keluhan Serangan Jantung? 

“Serangan” jantung adalah penyakit yang timbul tiba-tiba sebagaimana ia diberi nama. Jadi, tidak mengherankan bila tidak ada keluhan sebelumnya. Karena sebagian besar keluhannya adalah nyeri dada, maka gejala serangan jantung adalah nyeri dada (biasanya di dada tengah atau dada kiri) yang timbul tiba-tiba dengan penjalaran (ke punggung, salah satu atau kedua lengan, bahu, leher, rahang bawah), berlangsung lebih dari 20 menit, disertai oleh keringat dingin (biasanya membasahi pakaian), kadang disertai rasa mual dan muntah (gambar 2). Sebanyak 80% serangan jantung terjadi dengan keluhan seperti ini (keluhan yang klasik).

Gambar 2. Keluhan serangan jantung

Apa yang Harus Dilakukan Bila Diduga Mengalami Serangan Jantung? 

Banyak pasien serangan jantung terlambat dibawa ke rumah sakit. Akibatnya sering kali fatal, nyawa pasien sudah tidak tertolong bahkan sebelum dibawa ke rumah sakit. Sebagian lain datang dengan komplikasi kerusakan jantung luas sehingga terjadi lemah jantung (penurunan pompa jantung). Hal ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang tidak tepat beredar di masyarakat, seperti anggapan terkena masuk angin, kelelahan, kurang istirahat, dan lain-lain. Akibatnya, serangan jantung terlambat dikenali dan terlambat diobati. Apa yang sebaiknya dilakukan? Semua pasien yang mengeluh nyeri dada tiba-tiba, terutama bila disertai keringat dingin yang membasahi pakaian, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Serahkanlah pemeriksaan selanjutnya kepada dokter. Ingatlah, komplikasi dapat dicegah bila serangan jantung dikenali lebih awal. Kenali serangan jantung sebelum ia merenggut nyawa orang yang kita kasihi!

 

Jadwal Praktek : 

Hari    :  Senin s/d Jumat 

Pukul  :  08.00 - 13.00 Wib